Metode Melacak Ponsel | Triangulating with BTS for Swift Recovery

Avatar photo

Artikel ini saya tuliskan dikarenakan keresahan saya selama ini yang notabene dikenal masyarakat umum seorang yang ahli dibidang komputer, selalu ditanya mengenai ataupun diminta (apakah bisa) melakukan pelacakan terhadap ponsel yang hilang, dicuri, dsb,.

Ketika kita memikirkan tentang pelacakan ponsel, mungkin terbayang gambaran dramatis dari film hacker atau cerita detektif. Namun, di dunia nyata, teknologi telah mengubah cara pelacakan dilakukan, dan salah satu teknik utamanya adalah metode triangulasi.

Namun sebelum saya menjelaskan lebih detail mengenai methode triangulasi, mungkin sebaiknya kita sedikit mundur kebelakang memahami tentang home location register (HLR). HLR adalah basis data informasi jaringan seluler. HLR merupakan komponen integral dari jaringan GSM, CDMA, dan TDMA. Cara ini bukan metode untuk melacak lokasi, melainkan area asal nomor hp berdasarkan kode unik yang diatur oleh masing-masing operator seluler.

Misal 0812 1234 5678

  • Empat angka pertama (misal: 0812) menandakan kode operator 1
  • Dua sampai empat angka selanjutnya merupakan kode HLR (jumlah angka ditentukan oleh operator masing-masing)
  • Sisanya merupakan nomor pelanggan.
  • Dalam contoh diatas 0812 dapat kita ketahui bahwa nomor tersebut merupakan nomor dari operator Telekomunikasi Indonesia (Telkomsel).
  • Sedangkan tiga angka selanjutnya 123 merupakan HLR Jakarta.

Karena nomor HP itu dibawa pergi alias tidak diam di satu tempat, jika kamu mencari lokasi ponsel seseorang dengan hanya menggunakan HLR tidak akan pernah akurat. makanya pada kalimat diatas saya menyebutkan ini bukan merupakan methode pelacakan. HLR hanya akan menunjukan lokasi kota dimana nomor itu diterbitkan atau diregistrasi, bukan lokasi dimana kita berada sekarang.

Namun yang perlu kamu garis bawahi disini adalah, semua aktivitas komunikasi yang kita lakukan melalui ponsel, seperti mengirim SMS, melakukan panggilan telepon, chatting di WhatsApp, membuka Facebook, atau menonton YouTube, memerlukan koneksi dengan BTS (Base Transceiver Station). Namun, sering kali kita tidak menyadari bahwa setiap interaksi tersebut juga mengirimkan sejumlah data ke BTS, seperti nomor HP, IMEI (International Mobile Equipment Identity), dan kode negara MCC (Mobile Country Code), DLL.

Pemancar BTS, Source : rumahstudio
  • MCC (Mobile Country Code): adalah serangkaian angka yang digunakan untuk mengidentifikasi negara asal perangkat seluler. Kode ini biasanya terdiri dari tiga digit dan secara unik menentukan negara mana di mana perangkat seluler tersebut didaftarkan. Sebagai contoh, MCC untuk Indonesia adalah 510.
MCC_(Mobile_Country_Code)_SimTrackingToolsXIT.txt

United States: MCC=310
United Kingdom: MCC=234
India: MCC=404
Germany: MCC=262
China: MCC=460
Brazil: MCC=724
Russia: MCC=250
Japan: MCC=440
France: MCC=208
South Korea: MCC=450
Canada: MCC=302
Mexico: MCC=334
Australia: MCC=505
Italy: MCC=222
Spain: MCC=214
Indonesia: MCC=510
Nigeria: MCC=621
Saudi Arabia: MCC=420
Turkey: MCC=286
Netherlands: MCC=204
Argentina: MCC=722
South Africa: MCC=655
Colombia: MCC=732
Poland: MCC=260
Pakistan: MCC=410
Thailand: MCC=520
Malaysia: MCC=502
Philippines: MCC=515
Vietnam: MCC=452
Egypt: MCC=602
UAE: MCC=424
Kenya: MCC=639
Chile: MCC=730
Belgium: MCC=206
Peru: MCC=716
Sweden: MCC=240
Portugal: MCC=268
Switzerland: MCC=228
Austria: MCC=232
Norway: MCC=242
Greece: MCC=202
Denmark: MCC=238
Hungary: MCC=216
Czech Republic: MCC=230
Romania: MCC=226
Ireland: MCC=272
Finland: MCC=244
Bulgaria: MCC=284
New Zealand: MCC=530
Singapore: MCC=525

Source : https://www.mcc-mnc.com/
  • MNC (Mobile Network Code): adalah serangkaian angka yang digunakan untuk menentukan jaringan seluler tertentu di dalam suatu negara. Setiap operator seluler memiliki MNC yang berbeda-beda. Kode ini biasanya terdiri dari dua atau tiga digit. Sebagai contoh, MNC untuk Telkomsel di Indonesia adalah 10.
MNC_(Mobile_Network_Code)_SimTrackingToolsXIT.txt

United States: MNC=260 (AT&T), 310 (Verizon), 370 (T-Mobile)
United Kingdom: MNC=30 (EE), 20 (Vodafone), 10 (O2), 15 (Three)
India: MNC=40 (Vodafone Idea), 45 (Airtel), 86 (BSNL)
Germany: MNC=01 (Telekom), 02 (Vodafone), 03 (O2)
China: MNC=00 (China Mobile), 01 (China Unicom), 03 (China Telecom)
Brazil: MNC=05 (TIM), 03 (Vivo), 04 (Claro)
Russia: MNC=01 (MTS), 02 (MegaFon), 20 (Beeline)
Japan: MNC=10 (NTT Docomo), 20 (SoftBank), 30 (KDDI)
France: MNC=01 (Orange), 10 (SFR), 20 (Bouygues Telecom)
South Korea: MNC=05 (SK Telecom), 02 (KT), 03 (LG Uplus)
Canada: MNC=220 (Rogers), 720 (Telus), 880 (Bell)
Mexico: MNC=020 (Telcel), 030 (Movistar), 040 (AT&T)
Australia: MNC=01 (Telstra), 02 (Optus), 03 (Vodafone)
Italy: MNC=01 (TIM), 10 (Vodafone), 20 (Wind Tre)
Spain: MNC=01 (Movistar), 03 (Vodafone), 04 (Orange)
Indonesia: MNC=10 (Telkomsel), 11 (XL Axiata), 89 (Indosat Ooredoo)
Nigeria: MNC=20 (MTN), 30 (Glo), 40 (Airtel)
Saudi Arabia: MNC=01 (STC), 03 (Mobily), 05 (Zain)
Turkey: MNC=01 (Turkcell), 02 (Vodafone), 03 (Türk Telekom)
Netherlands: MNC=04 (Vodafone), 08 (T-Mobile), 16 (KPN)
Argentina: MNC=34 (Movistar), 07 (Claro), 20 (Personal)
South Africa: MNC=01 (Vodacom), 02 (MTN), 03 (Cell C)
Colombia: MNC=101 (Claro), 002 (Movistar), 002 (Tigo)
Poland: MNC=02 (Orange), 03 (T-Mobile), 06 (Play)
Pakistan: MNC=01 (Mobilink Jazz), 04 (Zong), 03 (Telenor)
Thailand: MNC=01 (AIS), 18 (TrueMove), 23 (DTAC)
Malaysia: MNC=12 (Maxis), 18 (Celcom), 20 (Digi)
Philippines: MNC=03 (Smart), 01 (Globe), 05 (Sun)
Vietnam: MNC=01 (Viettel), 02 (Vinaphone), 03 (Mobifone)
Egypt: MNC=01 (Vodafone), 02 (Orange), 03 (Etisalat)
UAE: MNC=02 (Etisalat), 03 (du)
Kenya: MNC=02 (Safaricom), 03 (Airtel), 04 (Telkom)
Chile: MNC=010 (Entel), 020 (Movistar), 030 (Claro)
Belgium: MNC=01 (Proximus), 05 (Mobistar), 20 (Telenet)
Peru: MNC=06 (Claro), 03 (Movistar), 04 (Bitel)
Sweden: MNC=01 (Telia), 02 (3), 20 (Tele2)
Portugal: MNC=01 (MEO), 03 (NOS), 06 (Vodafone)
Switzerland: MNC=01 (Swisscom), 02 (Sunrise), 03 (Salt)
Austria: MNC=01 (A1 Telekom), 03 (T-Mobile), 05 (Drei)
Norway: MNC=01 (Telenor), 02 (Telia), 03 (Ice.net)
Greece: MNC=05 (Cosmote), 10 (Vodafone), 01 (Wind)
Denmark: MNC=01 (TDC), 02 (Telenor), 03 (Hi3G)
Hungary: MNC=01 (Magyar Telekom), 30 (Telenor), 99 (Vodafone)
Czech Republic: MNC=01 (O2), 02 (T-Mobile), 03 (Vodafone)
Romania: MNC=01 (Vodafone), 02 (Orange), 03 (Telekom)
Ireland: MNC=01 (Vodafone), 03 (Three), 04 (Eir)
Finland: MNC=05 (Elisa), 09 (DNA), 14 (Telia)
Bulgaria: MNC=01 (Telenor), 05 (A1), 06 (Vivacom)
New Zealand: MNC=05 (Vodafone), 02 (Spark), 03 (2degrees)
Singapore: MNC=01 (Singtel), 02 (StarHub), 03 (M1)

Source : https://www.mcc-mnc.com/
  • LAC (Location Area Code): adalah serangkaian angka yang digunakan untuk menunjukkan wilayah geografis tertentu dalam suatu jaringan seluler. LAC membantu dalam mengelompokkan sel-sel ke dalam area yang lebih besar dan merupakan bagian penting dari sistem pengelolaan seluler. Sebagai contoh, LAC untuk wilayah Jakarta bisa saja 123.
  • CID (Cell ID or Cell Identity): adalah nomor identifikasi yang unik untuk setiap menara seluler dalam jaringan. CID membantu dalam mengidentifikasi lokasi spesifik dari sebuah menara seluler. Setiap menara seluler memiliki CID yang berbeda-beda. Sebagai contoh, CID untuk sebuah menara seluler di Jakarta mungkin 456.
  • IMEI (International Mobile Equipment Identity): adalah nomor identifikasi unik yang diberikan untuk setiap perangkat seluler. Nomor ini digunakan untuk mengidentifikasi perangkat secara global dan tidak berubah sepanjang masa, bahkan jika SIM card diganti. IMEI biasanya terdiri dari 15 digit

Pengetahuan tentang MCC, MNC, LAC, CID, dan IMEI sangat penting dalam konteks triangulasi dan pelacakan ponsel, karena informasi ini digunakan untuk mengidentifikasi perangkat seluler dan menara sel yang terlibat dalam proses triangulasi.

Contoh: Saat seseorang menggunakan ponselnya di Indonesia (MCC: 510), dengan operator Telkomsel (MNC: 10), berada di wilayah Jakarta (LAC: 123), terhubung ke sebuah menara seluler di daerah tersebut (CID: 456), dan memiliki IMEI (International Mobile Equipment Identity) unik yaitu 123456789012345, data ini memberikan informasi yang diperlukan untuk mengetahui lokasi geografis dan jaringan seluler yang digunakan oleh perangkat tersebut sebelum menggunakan teknik triangulasi.

Hal yang perlu ditekankan adalah meskipun kita mungkin seringkali mengganti nomor HP, tetapi lokasi kita masih tetap dapat dilacak berdasarkan seri IMEI handphone dan data lainnya yang tidak berubah. Bahkan jika berada di daerah terpencil atau tidak padat penduduk dimana tower BTS jarang ditemui, sinyal yang diterima tetap bisa lemah karena keterbatasan infrastruktur. Jika ingin tidak terlacak, satu-satunya cara adalah setiap selesai menggunakan ponsel kita harus membuang ponsel tersebut. Terus bagaimana pelacakan tersebut bisa dilakukan ? Kita bisa kembali membahas mengenai Triangulasi

Triangulasi dalam Pelacakan Ponsel:

Triangulasi adalah teknik matematika yang digunakan untuk menentukan lokasi suatu objek dengan menggunakan informasi dari setidaknya tiga titik referensi yang diketahui. Dalam konteks pelacakan ponsel, triangulasi melibatkan penggunaan data dari berbagai sumber, seperti sinyal seluler, GPS, dan Wi-Fi, untuk menentukan lokasi ponsel dengan akurasi yang cukup tinggi. Tidak sembarang orang bisa melakukannya karena membutuhkan data-data sensitif seperti IMEI, LAC, CID, dll yang hanya diterima-diketahui oleh provider/penyedia jaringan. Namun tetap dapat digunakan oleh kepolisian karena mereka adalah pihak berwenang.

Triangulasi dinamakan demikian karena secara konseptual terlihat seperti membentuk segitiga dengan menggunakan tiga tower BTS yang secara bersamaan terhubung dengan ponsel kita.

Setiap tower BTS terbagi menjadi tiga sektor, yang dapat kita sebut sebagai sektor Alpha, Beta, dan Gamma (α, ß, Y). Setiap sektor tersebut digunakan untuk mengukur jarak lokasi pengguna terhadap tower BTS.

Mari kita lihat contoh kasusnya:

Pada contoh kasus ini, lokasi kita terdeteksi berada dalam jangkauan (tower merah) pada sektor Gamma (Y), dengan jarak posisi kita ke tower adalah sejauh 4 mil atau setara dengan 6,4 Km.

Karena secara simultan kita terhubung dengan 3 BTS, maka kita juga terhubung dengan tower kedua (tower biru).

Cell Tower Triangulation, Source : gpyes

Sekarang, lokasi kita menjadi lebih jelas. Kita berada:

4 mil / 6,4 Km ke “tower merah” pada sektor Gamma (Y), dan
5 mil / 8 Km ke “tower biru” pada sektor Alpha (a).

Namun, meskipun telah menggunakan dua tower, lokasi kita masih belum cukup akurat. Inilah mengapa peran tower ketiga sangat penting untuk melengkapi formasi triangulasi.

Cell Tower Triangulation, Source : gpyes

Posisi kita telah ditemukan (ditunjukkan dengan lingkaran merah).

Dengan memperhitungkan jarak dari ponsel ke tiap-tiap tower (minimal 3 tower), kita dapat menemukan titik di mana ponsel kita berada. Oleh karena itu, bahkan tanpa menggunakan GPS, lokasi kita tetap dapat ditemukan. Bahkan jika nomor ponsel diganti, data lainnya (selain nomor ponsel) tetap sama dan selalu tercatat.

Dalam matematika, rumus triangulasi dapat dijelaskan sebagai berikut:

Lokasi Ponsel = (X, Y)

X = (√(r1^2 - h^2) + √(r2^2 - h^2) + √(r3^2 - h^2)) / 3
Y = (√(r1^2 - h^2) + √(r2^2 - h^2) + √(r3^2 - h^2)) / 3

Di mana:

r1, r2, dan r3 adalah jarak antara ponsel dan masing-masing tower
h adalah ketinggian ponsel di atas tanah (diasumsikan sama untuk setiap tower)

Dengan demikian, proses triangulasi pada tower BTS memainkan peran penting dalam menentukan lokasi sebuah perangkat, bahkan tanpa menggunakan GPS. Meskipun berganti-ganti nomor ponsel, data lainnya tetap tercatat dan dapat digunakan untuk melacak lokasi pengguna. Dengan pemahaman ini, kita semakin menyadari betapa pentingnya menjaga privasi dan keamanan dalam penggunaan teknologi seluler.

Refferences :

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Semarang — Jakarta Hanya 10 Ribu, Parameter Tampering Vulnerability

Related Posts