Prinsip Dasar Kriptografi

Halo teman teman,sudah lama saya tidak menulis artikel kali ini saya akan membahas mengenai pronsip dasar kriptografi

Berbicara tentang keamanan data,ada istilah yang namanya kriptografi

dan apa itu kriptografi dan bagaimana contoh serta sejarah panjangnya

sebelum itu saya akan jelaskan dulu apa itu kriptografi.

kriptografi secara etimologi (asal usul) kata itu berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kata “kripatos” dan “grafia. kriptos artinya tersembunyi, disembunyikan, dirahasiakan sedangkan grafia artinya tulisan, data/ berita.

atau untuk lebih jelasnya  yaitu tulisan/ berita rahasia yang mencakup juga pengetahuan tentang metode/ system pembuatan berbagai seni sastra/ metode cara-cara mendapatkan kembali berita dalam bentuk semula yaitu plaintext (pendapat nurmalia) suatu kriptografi tidak hanya dibuat untuk mengirim data tulisan. Pendapat lain Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik Informatika yang berhubungan dengan aspek keamanaInformatika

Contents

Pengertian Kriptografi Menurut Para Ahli

  • Pengertian kriptografi menurut Menezes, Oorschot dan Vantone (1996), bahwa kriptografi yaitu sebuah studi teknik matematika yang berkaitan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, otentikasi entitas serta otentikasi keaslian data dan integritas data. Kriptografi tidak hanya penyediaan keamanan informasi saja, tetapi juga sebuah himpunan teknik-teknik.
  • Pengertian kriptografi menurut Oppliger (2005), kriptografi bisa diartikan sebagai sebuah proses untuk melindungi data dalam arti yang luas.
  • Pengertian kriptografi menurut Talbot dan Welsh (2006). Kriptografi adalah sebuah teknik rahasia dalam penulisan, dengan menggunakan karakter khusus, dan menggunakan huruf dan karakter di luar bentuk aslinya ataupun dengan metode-metode yang lain yang hanya bisa dipahami pihak-pihak yang memproses kunci. Jadi kriptografi secara umum bisa diartikan sebagai seni menulis atam memecahkan cipher.

Komponen Kriptografi

Pada prinsipnya komponen utama kriptografi itu ada 4 yaitu:

  1. Plaintext adalah pesan yang bisa dibaca.
  2. Ciphertext adalah pesan acak yang tidak bisa dibaca.
  3. Key adalah kunci untuk melakukan teknik kriptografi.
  4. Algorithm adalah metode yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi.

Kemudian mempunyai 2 proses yaitu Enkripsi (Encryption) dan Dekripsi (Decryption). Enkripsi adalah proses menjadikan plaintext menjadi ciphertext (pesan yang dapat dibaca menjadi pesan acak yang tidak dapat dibaca). Kemudian Deskripsi adalah proses mengubah ciphertext menjadi plaintext dengan algorithm (“pembalik) dan key yang sama.

Symmetrickey Algoritma, Publickey Kriptografi, Kriptografi gambar png

Selain 4 komponen utama terdapat 7 komponen dari kriptografi. Berikut ini adalah 7 komponen kriptografi:

  1. Pesan, Plaintext, Ciphertext. Pesan adalah data atau informasi yang bisa dibaca dan dimengerti. Nama lain pesan yaitu plaintext. Pesan bisa berupa data atau informasi yang dikirim atau disimpan pada media penyimpanan. Pesan yang tersimpan dapat berupa teks, image, audio maupun video. Supaya pesan tidak bisa dimengerti oleh pihak yang tidak berkepentingan, maka pesan tersebut juga disediakan dalam bentuk lain yang tidak bisa dipahami (bersandi) yang disebut sebagai ciphertext.
  2. Pengirim dan Penerima (Sender & Receiver). Dalam komunikasi data itu melibatkan pertukaran pesan antara 2 entitas yaitu pengirim dan penerima. Pengirim adalah entitas yang mengirim pesan kepada entitas lain. Penerima adalah entitas yang menerima pesan. Yang dimaksud entitas di sini itu bisa berupa orang, mesin, komputer, kartu kredit dan lain-lain.
  3. Enkripsi dan Dekripsi. Proses penyandian plaintext (pesan asli) menjadi ciphertext (pesan tersandi) disebut degnan encryption (enkripsi). Sedangkan proses mengembalikan ciphertexte (pesan tersandi) menjadi plaintext (pesan asli) disebut dengan decryption (dekripsi).
  4. Cipher dan kunci. Algoritma kriptografi itu disebut sebagai cipher. Cipher adalah aturan enchipering dan dechipering atau fungsi matematika yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Yang menjadi tolak ukur kemampuan algoritma kriptografi yaitu seberapa banyaknya kerja yang dibutuhkan untuk dapat memecahkan ciphertext menjadi plaintext tanpa harus mengetahui key yang digunakan. Key (kunci) adalah parameter yang digunakan untuk melakukan transformasi enciphering dan deciphering. Biasanya enkripsi dapat berupa string ataupun deretan bilangan.
  5. Sistem kriptografi. Kriptografi membentuk sebuah sistem yang disebut sebagai sistem kriptografi. Sistem kriptografi terdiri atas algoritma kriptografi, semua plaintext dan ciphertext dan juga kunci.
  6. Penyadap atau eavesdropper. Penyadap adalah orang yang berusaha mencoba menangkap pesan selama pesan tersebut ditransmisikan. Tujuan dari penyadap yaitu untuk memperoleh data atau informasi sebanyak-banyaknya tentang sistem kriptografi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan maksud memecahkan ciphertext. Nama lain dari penyadap yaitu adversary, enemy, bad guy, interceptor dan intruder.
  7. Kriptanalisis. Kriptanalisis atau cryptanalysis adalah ilmu atau seni untuk memecahkan ciphertext menjadi plaintext tanpa harus mengetahui kunci yang digunakan. Pelaku kriptanalisis disebut sebagai kriptanalis.

Aspek Keamanan Kriptografi

4 aspek keamanan kriptografi yang menjadi tujuan kriptografi adalah sebagai berikut:

  1. Kerahasiaan atau confidentiality adalah menjaga dan menjamin bahwa data-data tersebut tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak yang tidak berhak dan hanya dapat diakses oleh pihak-pihak tertentu. Tujuan dari kerahasiaan yaitu untuk melindungi sebuah informasi dari semua pihak yang tidak mempunyai hak atas informasi tersebut
  2. Otentikasi atau authentication adalah identifikasi atau pengenalan, baik itu secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri oleh masing-masing pihak yang saling berkomunikasi. Maksudnya beberapa pihak yang saling berkomunikasi harus mengidentifikasi satu sama lain. Informasi yang diterima suatu pihak dari pihak lain harus diidentifikasi untuk memastikan keaslian informasi yang diterima.
  3. Integritas atau integrity adalah menjamin setiap pesan yang dikirim itu sampai pada penerimanya tanpa ada bagian pesan yang diganti, diubah urutannya, diduplikasi, ditambahkan dan dirusak. Tujuan dari integritas adalah untuk mencegah terjadinya perubahan informasi oleh pihak-pihak yang tidak mempunyai hak atas informasi tersebut. Untuk dapat menjamin integritas data, maka pengguna harus memiliki kemampuan mendeteksi terjadinya manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Manipulasi data yang dimaksud yaitu penggantian, penyisipan maupun penghapusan data.
  4. Nirpenyangkalan atau non repudiation adalah mencegah pengirim maupun penerima menyangkal atau mengingkari bahwa mereka telah mengirim dan menerima sebuah pesan. Apabila ada sebuah pesan yang dikirim, penerima bisa membuktikan kalau pesan tersebut memang dikirim oleh pengirim yang tertera. Begitu pula sebaliknya, apabila sebuah pesan diterima, maka pengirim juga bisa membuktikan kalau pesannya sudah diterima oleh pihak yang dituju.

 

Sejarah Kriptografi

Kriptografi sudah digunakan sejak zaman romawi kuno oleh Julius Caesar. Teknik kriptografi dijuluki Caesar cipher yaitu untuk mengirimkan pesan secara rahasia, meskipun teknik yang digunakannya sangat tidak memadai untuk ukuran sekarang. Casanova menggunakan pengetahuan tentang kriptografi untuk mengelabuhi Madame d’Urfe (dia mengatakan kepada Madame d’Urfe) bahwa ada sesosok jin yang memberi tahu kunci rahasia Madame d’Urfe kepadanya, padahal dia berhasil memecahkan kunci rahasia berdasarkan dari pengetahuannya tentang kriptografi. Sehingga dia dapat mengontrol kehidupan Madame d’Urfe.

Ancient Uses of Cryptography: Four Examples that Pre-Date the Internet | by Melanie Shapiro | Token | Medium

Kriptografi juga digunakan oleh tentara Sparta lewat alat pembuatan pesan yang disebut sebagai Scytale. Scytale adalah sebuah alat yang mempunyai pita panjang terbuat dari dau n papyrus ditambah dengan sebatang silinder. Awalnya pengirim menulis pesannya di atas pita papyrus yang digulung pada batang silinder, kemudian pita tersebut dilepas dan dikirimkan. Batang silinder yang tebal itu bisa dituliskan 6 huruf dan bisa memuat 3 huruf yang melingkar.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Generate Fake Self-Signed SSL Certificate

Next Post

Apa Itu Privilege Escalation Dan Bagaimana Contoh Serangannya?

Related Posts